Jumat, 24 Juni 2011

Kemesraan ini



Santai




KEKAYAAN, KESUKSESAN DAN KASIH SAYANG

Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah dari perjalanannya keluar rumah, dan ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan. Wanita itu tidak mengenal mereka semua.

Wanita itu berkata dengan senyumnya yang khas: "Aku tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti orang baik-baik yang sedang lapar. Mari masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut"

Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"

Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar".

"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suamimu kembali", kata pria itu.

Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini, lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini".

Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.

"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan.

"Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.

Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, "sedangkan yang ini bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya. Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-Sayang. Sekarang, coba tanya kepada suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."

Wanita itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu, coba kamu ajak si Kekayaan masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."

Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia bertanya, "sayangku, kenapa kita tak mengundang si Kesuksesan saja? Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang pertanian kita."

Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah. "Bukankah lebih baik jika kita mengajak si Kasih-sayang yang masuk ke dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan Kasih-sayang."

Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati mereka. "Baiklah, ajak masuk si Kasih-sayang ini ke dalam. Dan malam ini, Si Kasih-sayang menjadi teman santap malam kita."

Wanita itu kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita malam ini."

Si Kasih-sayang berdiri, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho.. ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta. Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si Kekayaan dan si Kesuksesan.

"Aku hanya mengundang si Kasih-sayang yang masuk ke dalam, tapi kenapa kamu ikut juga?"

Kedua pria yang ditanya itu menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si Kekayaan, atau si Kesuksesan, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda mengundang si Kasih-sayang, maka, kemana pun Kasih sayang pergi, kami akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan Kesuksesan juga akan ikut serta. Sebab, ketahuilah, sebenarnya kami berdua ini buta. Dan hanya si Kasih-sayang yang bisa melihat. Hanya dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani hidup ini."

BALAS DENDAM YANG MANIS


Pernahkah Kamu direndahkan dengan ejekan, hinaan dan fitnah?

Pernahkah Kamu dianggap tidak layak dan dipermalukan?

Pernahkah hatimu disakiti oleh orang yg Kamu sayangi dan dikhianati?

Pernahkah Kamu tidak dihargai?

Bila jawabannya ya, teruskan membaca...

Saya yakin, sadar atau tidak sadar, ada suatu keinginan dalam hati kecil Kamu untuk membalas perlakuan buruk mereka. Saya akan memberikan cara TERBAIK untuk membalas mereka ;)

Dulu saya sangat sering mengalami perlakuan buruk diatas. Bahkan saya harus mengalaminya dari orang-orang terdekat yang saya sayangi dan harusnya mendukung saya. Dunia serasa berakhir dan tidak ada keinginan untuk melanjutkan hidup lagi, sampai akhirnya saya menemukan 'pembalasan' terbaik untuk mereka.

Saya membalas setiap rasa kecewa dan sakit yg mereka berikan dengan melakukan sesuatu, yaitu dengan PEMBUKTIAN DIRI bahwa saya tidak pantas diperlakukan seperti itu. Setiap perlakuan mereka yg buruk akan saya jadikan sebagai TENAGA PENDORONG untuk berusaha lebih baik lagi meningkatkan NILAI dalam diri saya. Contohnya:

Bila bos Kamu tidak menghargai hasil kerja Kamu, balaslah dia dengan meningkatkan usaha dan pengetahuan dalam pekerjaan Kamu.

Bila Kamu ditinggalkan dan dikhianati kekasih, balaslah dia dengan meningkatkan penampilan dan kepribadian baik Kamu sehingga dia menyesal telah meninggalkanmu.

Pada akhirnya, suara-suara itu akan terdiam dengan sendirinya setelah Kamu MEMBUKTIKAN diri Kamu.

Kalau Kamu membalas perlakuan buruk mereka dengan mengeluh dan berkata "Dunia ini tak adil...!!" mereka akan menertawakanmu dan menyakiti Kamu lebih lagi.

Kalau Kamu membalas perlakuan buruk mereka dengan menyakiti mereka agar mereka juga bisa merasakan sakit yg kamu rasakan, apa bedanya Kamu dengan mereka? Kalian hanya akan terjebak dalam saling membalas dendam yg tak akan pernah habis.

Jadi mulai sekarang, bila Kamu lelah dengan perlakuan buruk orang lain terhadapmu balaslah mereka dengan PEMBUKTIAN DIRI bahwa Kamu tidak pantas diperlakukan seperti itu.

Bagaimana cara membuktikannya? TINGKATKAN NILAI PENAMPILAN DAN KEPRIBADIAN KAMU.


Membalas dengan manis,